Quarantine : The Perfect Time

Assalamualaikum, teman-teman!

Yuhu~ akhirnya aku kembali setelah setahun lebih. Jujur, kangen banget nulis huhuhu.
So here I am, kembali membuka blog untuk menceritakan hal-hal yang menurutku menarik.

First off, ini sudah bulan keempat bagi keluarga saya dan keluarga lainnya di luar sana dalam menerapkan social distancing dengan tetap di rumah. Semua orang berusaha mencegah terpaparnya virus yang masih berkelana di seluruh bumi yaitu SARS-CoV-2 atau yang lebih sering kita dengar sebagai COVID-19.

Well, mungkin nggak semuanya. Masih banyak yang menganggap sepele virus ini, bahkan dengan percaya diri keluar rumah menganggap dirinya tidak akan terkena virus itu. Tidak hanya itu, aku juga melihat banyak orang yang dengan santainya berkumpul tanpa kepentingan yang jelas. Parahnya, tidak sedikit yang enggan menggunakan masker.

Aku tidak mengerti apa yang mereka pikirkan tetapi aku yakin mereka tahu bahwa virus ini nyata. Yang mereka tidak tahu adalah virus ini dapat tertular ke mereka kapan saja dan peluang mereka tertular akan makin tinggi ketika mereka berkumpul dengan orang lain atau ketika mereka keluar tanpa memakai masker.

Nah, kembali ke judul blog ini. Apa sih, maksud "The Perfect Time"?

Aku yakin hampir semua orang merasa bosan selama stay at home. Berada di tempat yang sama setiap hari, melihat wajah yang sama setiap hari, tidak tahu mau ngapain, hanya bisa menghibur diri dengan scroll Instagram atau TikTok setiap harinya, rasanya sudah melakukan semuanya di rumah, bagaimana tidak bosan? Aku pun merasakan hal yang sama, begitu juga dengan teman-temanku yang lain.

Menurutku, inilah letak kesalahanku. Waktu luang yang begitu banyak seharusnya kita pakai untuk mengembangkan diri, jangan pakai semuanya untuk bersenang-senang.

Bersenang-senang itu boleh, tapi jangan jadikan itu tujuan utama. Tidak ada sekolah setiap harinya, kini waktu luang kita banyak. Mengapa tidak gunakan untuk hal yang bisa menjadikan kita lebih baik? Mengapa tidak pakai untuk melakukan hal yang sebelumnya tidak bisa kita lakukan karena tidak punya waktu?

Stay at home adalah waktu yang tepat bagi kita dalam mengembangkan diri. Waktu yang tepat untuk menyelesaikan hal-hal yang belum tuntas. Waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal yang ingin dilakukan tapi belum sempat. Waktu yang tepat untuk belajar lebih banyak tanpa harus tertekan dengan sekolah. 

Aku pun membuat daftar hal yang ingin kucapai selama liburan ini. Belajar bahasa, mengembangkan hobi, dan mencoba lebih banyak resep. Siapa sangka begitu banyak hal bermanfaat yang bisa kulakukan dalam satu hari. Kalau aku bisa, kalian pasti lebih bisa. Aku yakin banyak hal yang ingin kalian pelajari dan capai.

Bagaimana cara memulainya?

Kakak kelasku dahulu, Bang Zahid, menyarankan suatu cara agar hari kita bisa menjadi produktif. Ia membuat suatu daftar berisi hal-hal yang ingin dia selesaikan setiap harinya. Misalnya saja, besok kamu ingin mengerjakan 10 soal fisika, merapikan isi lemari kamar, dan belajar 10 kosakata bahasa Mandarin baru. Tiga target itu kamu tuliskan dalam secarik kertas. Isi kertas tersebut menjadi prioritasmu untuk esok hari.

Pada awal memulai rutinitas ini, pasang target yang sederhana saja, tidak perlu banyak-banyak. Tulis saja hal-hal yang kamu yakin mampu dilakukan. Setelah selesai, tulis kembali hal-hal yang ingin dicapai untuk keesokan harinya. Melakukan hal ini akan sangat mengasah ketekunanmu. But remember, don't stress yourself, okay?

Tentu saja, jangan lupa hadiahi dirimu sendiri dengan melakukan hal-hal yang kamu senangi, mungkin menonton video dari Youtuber favoritmu, menonton satu episode drakor kesukaanmu, atau membaca novel dan webtoon untuk hiburan.

Jangan lupa, produktivitas bukan kompetisi. Produktivitas kita adalah untuk diri sendiri. Manfaatkan waktumu sebaik mungkin dan teruslah menjaga kesehatan karena Nabi pernah bersabda, Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Jia you! (yes, I'm learning Chinese)
-athifa-

P.S. : Ini adalah beberapa hasil dari mengembangkan hobi fotografi. For the magazine covers, my talented cousin is the model, I'm sure she'll make it to Vogue one day.






Komentar